Dari relung qalbu ku memendam...
Tentang satu nama yang membius jiwa
Ku sadari, bahwa satiap harinya tatapan itu slalu membias kerinduan...
Memantul cahaya putih keteduhan.
Tak bosan ku memandangnya, meski yang kulihat itu-itu saja
Entah sejak kapan perasaan ini bermula.
Yang jelas, saat ku tersadar.
Rasa ini, tlah jauh menikamku dengan kegalauan tingkat dewa.
Terkadang aku hanya mampu menelan senyum seorang diri
Saat potret itu berada di hadapan
Apa mungkin, aku kini mulai mengidap penyakit gila No.7
Ah, sudahlah...
Aku enggan mempersoalkannya lagi
Menjadi pengagum rahasia saja
Bagiku itu sudah cukup.

0 komentar:
Posting Komentar