Minggu, 09 Agustus 2015

Tidur Vs Antri ???

“Ra, besok kita ke kampus jam 5 yah…” ucap seorang dari balik gagang telpon genggamnya
“Jam 5? Yakin? Rha jam 6 aja kadang-kadang masih di kolong ranjang”
“Iya, harus lebih cepat. Jadi ambil ke Pulau Aceh kan? Tanya suara yang sama. Aku hanya mengangguk lalu kemudian mengiyakan, sebelum kesepakatan pun terijabi.
Entah mengapa, tiap kali, mendengar kata Pulau Aceh. Hatiku terus membayangkan kemungkinan-kemungkinan yang mustahil untuk ke sana, walau cuma dalam hayalan belaka.
Yah, ke Pulau Aceh juga salah satu cita-cita yang selalu kulafadhkn tiap kali melihat gambar-gambar pantai di situs-situs Aceh.  Ada keinginan besar untuk tinggal di sana, walau sekedar menepak jejak. Dan Al-hamdulillah, setelah melewati antrian shubuh buta, melewati potret yang masih gelap pekat, menahan kantuk, dan melawan gigil.
Tepat pukul 4 lewat aku tiba di kost kawan, daerah Darussalam, depan Fathun Qarib. Janjiku benar-benar kutepati walau harus mengorbankan perut kosong. Tidak sampai 10 menitan, setelah shalat shubuh, kami langsung meringsut ke arah Tarbiyah, bak pencuri yang kehilangan alamat rumah yang menjadi target misinya. Ternyata, pemandangan takjub sekaligus tidak percaya mulai menusuk-nusuk mataku yang juga masih sayu-sayu ayam potong. Bagaimana tidak, di depan pintu masuk, sudah ada puluhan mahasiswi yang berjejer rapi, menunggu antrian ke Pulau Aceh *Eh.

Namun, aku juga gak mau kalah. Kaki yang sedari tadi nganggur, karna jalannya sambil ngesot, kupaksa untuk ikut mengantri di belakang Tri, salah satu mahasiswi Bahasa inggris, sebagai kandidat ke Pulau Aceh dengan nomor urut 3. Tiba-tiba dia dengan semangat malah nyeloteh “Rha, ambil ke Pulau Aceh, kan? Antri nomor urut ke-4. Jadi, kuota untuk ceweknya udah cukup.” Aku mangut-mangut. Benar saja, di sana aku menemukan beberapa kandidat lain yang sudah berdiri sebelum Tri Astuti. Di urutan kedua menyusul Rauzatul Safri, sedang yang memegang rekor muri jatuh di tangan Naulan. Aku kembali mangut-mangut, kali ini disertai uapan yang maha dahsyat besar, (untung sebelum pergi gak lupa gosok gigi). 

#Gubraaaakkkk..

0 komentar:

Posting Komentar