Tak ada liburan minggu ini, apalagi menambah waktu
tidur hingga pukul satu siang. Jadwal nyuci nasional pun harus dikencel,
diganti ke hari lain. Karna hari ini, Kabinet hayeu akan bergerak ke Rumcay,
tempat mangkalnya mimi si pemalu.
Tepat pukul Sembilan lewat lima belas. Kak Sanah dan
Resti sudah lebih dulu merapat ke Rumah Cahaya. Ketika aku tiba di sana, pemandangan
cabut rumput pun tak terelakkan. Setelah markirin motor di tempat sewajarnya,
aku memilih posisi di dalam, membereskan karpet yang basah lagi mengelupas,
akibat banjir lokal beberapa waktu lalu. Kak Sanah juga akhwat kece lainnya
menyusul masuk ke dalam. Kak Tyna, kak Helka, kak Sanah, Resti dan aku. Semua sudah
siap dengan sapu dan lidi, di masing-masing pegangan. Buku yang tergenang dan
beberapa alat peragat yang sudah lumpuh, terpaksa dimesiumkan di tempat sampah.
Sementara yang bisa dimanfaatkan, segera dipindahkan ke ruang samping.
Wajah di balik layar…
Terkadang aku merasa, perempuan jauh lebih kuat dan
macho bila posisinya di balik layar. Entah itu tradisi atau sekedar guyoan. Hal
itu terlihat dari semangat juang yang dilakoni oleh aku dan kawan-kawan berempat.
Nimba air, mengepel semen, angkat lemari, pindahin buku, kosongin rak, hingga
memindahkan meja belajar yang seharusnya itu dilakukan oleh kaum Adam. Jika lihat dari sisi belakang layar,
perempuan jauh lebih ganteng dibanding orang ganteng sebenarnya. Hihi…
Jarum jam
menempati angka 10 lewat, ketika bunda Soraya datang dengan Cagruk dan Lemon
tea yang menggiurkan. Kak Tyna menerimannya dengan hati terbuka, menyusul Aceh Tengah yang mulai demo. Sayang, bunda
tidak bisa lama, karna ada agenda lain di luar. Meskipun begitu, bunda juga
ikut mengambil alih beberapa barang untuk dihijrahkan ke ruang sebelah.
“Gak kalah
kece kan, bunda kami?.”
Lagi heboh-hebohnya nyamain kelima otot yang paling
macho, datang pula bang Syekh dengan setelan hitamnya. Kejadian selanjutnya
sudah bisa dtebak. Anggota lima, mulai jaga imej dan kerja pun agak kalem-kalem
gimana, gitu.
11 lewat entah, Rumcay resmi dicrimbath, dismooting
dan mandi sauna pakai soklin lantai oleh kak Sanah. Tak ingin dianggap cemen, hujan
juga ambil posisi, ikut meriahkan adegan
bersih-bersih ala drama MNC TV. Ada yang nyikat ambal plastik, gesek lantai
pakai lidi, korek lemari pakai pisau dapur, nimba air pake tangan, bahkan ada
yang manjat dinding pakai sapu, untuk jemur karpet basah. Seolah dikomando, semua
bergerak, berjuang di tengah basah, sampai ada yang basahin diri sendiri, karna
hujan cuma jatuh satu-satu. Di akhir pertemuan, munculah salah satu personil LAMDA dengan
senyum sunlight yang mematikan. Sambil megang pemotong rumput beliau berujar.
"Mimi udah gak jomblo lagi…"
![]() |
| Before Bersih-bersih |
![]() |
| Jemur Karpet Masal |
![]() |
| Gak ada sikap, sapu pun jadi :d |
![]() |
| After bersih-bersih |
![]() |
| Cagruk + Lemon tea + Kue Gado-gado + Boh Mee |
NB : Cerita di atas adalah fakta, meski ada beberapa adegan yang disensor dan disamarkan.





0 komentar:
Posting Komentar