Biarkan jarak bicara...
Sekarang, genggam telah melepas haluan
Bersama...
Mengkhatam jiwa pencinta sebelum tenggang menggoda.
Pasrah...
Pemilik hati sedang berkabung
Separuhnya terkurung
Terperangkap di dua relung.
Kau atau Nya ?
Tak mengapa....
Sesekali patah jantung, agar tau cara mengobati.
Kini...
Sudah saatnya kembali,
Mendekap tempat sujud,
Menyeduh Cinta hakiki#Part 2
Kau sipu aku dengan lambaimu, kemudian pergi...
setengah berlari, saat aku sibuk mencari.
Kini, giliran aku yang pergi...
Kau biasa saja sikapi.
Tak tanyai... tak juga kabari.
Ah...
Kamu memang payah
Otakmu saja setengah
Patah... ruah... tumpah...
#Part 3
#Part 4
#Part 3
Sekilas hanya menatap bias di balik layar PC
Semu...
Dan kini, ia pergi lagi
Semu...
Dan kini, ia pergi lagi
Kembali menyusur lorong religi.
Begitu cepat qalbu terpaut, terjaring akan satu simpul abstrak miliknya.
Muncul dengan sejuta tanya, beranjak dengan ribuan perasaan yang kini tak berbentuk lagi.
#Part 4
Jarak...
Begitu dekat, tak ter-eja temu.
Begitu erat, tolak-menolak rindu..
Jarak...
Seperti menginjak kerikil di padang tandus.
Atau tertelan kurma dalam haus
Atau tertelan kurma dalam haus

0 komentar:
Posting Komentar