Kahlil Gibran
Pada mulanya, engkau dan aku bertemu dalam
ketidaksengajaan. Karena sejak mulanya adalah engkau dan aku dipertemukan oleh
tangan ghaib yang mengatur kehidupan.
Dan taukah engkau?
Sejak aku bertemu sosok wanita cantk dengan tatapan
yang lembut, ada yang tersentak dari dalam dada. Aku sering menyendiri, duduk
dalam gelap bersenandung nyanyian kasmaran dan tersenyum entah untuk siapa.
Tampaknya aku tengah mabuk kepayang, memahat langit dengan angan-angan,
mengukir bayang-bayang. Sampai tiba waktunya, engkau dan aku dikuatkan, saling
membuka dan bercerita tentang hal yang sama dan saling memantapkan harapan dan
tujuan, saling mengatakan tanggung jawab dan kenyataan hidup serta saling
setuju hidup bersekutu. Maka, atas kehendak-Nya, kita dipersatukan dalam ikatan
persahabatan. Berjanji saling menjaga dan mengingatkan tentang kebaikan, saling
melindungi dan mendukung dalam kehidupan.

0 komentar:
Posting Komentar