Sabtu, 08 Agustus 2015

Cinta, Memihak Siapa ?

Jika saja cinta yang selama ini  kita banggakan itu bisa bicara, mungkin dia akan berujar begini “Engkau akan menyesal bila mengenalku sebatas lalu. Sebab aku akan menjadi baik bila yang memilikiku jauh lebih baik, dan aku akan menyesatkan, bila yang memilikiku, jauh lebih sesat.” Atau cinta salah alamat, yang akan mengambil alih segala pikiran, hingga kita  lupa siapa tuan yang seharusnya kita ta’ati. Sayangnya, selama ini, kita tak pernahmen dengar sicinta curhat, apalagi sempat ceramah. Bila sudah sepertiitu, kita sendiri lupa diri bahwa kita adalah makhluk yang diciptakan sempurna dengan paket lengkap berupa akal pikiran.
Diciptakan mata untuk mendengar, kadang kita pakai untuk melihat yang tidak-tidak. Diciptakan telinga untuk melihat, kadang mendengar yang bukan-bukan, bahkan diciptakan hati untuk meraba, justru dimanfa’at kan untuk memikirkan yang aneh-aneh.
Sering jatuh, namun lebih sering terjerumus. Bukan tidak ada yang berbaik budi mengulurkan tangan untuk sekedar membantu. Namun lebih seringnya, kita selalu bersikap bahwa kita bisa sendiri. Nah, keegoan seperti inilah yang menjadi salah satu faktor, mengapa kerap kali cinta berpaling. Ya, karna itu. Karna kita sudah tau salah, namun enggan mengakui kesalahan. Bila didatangkan sedikit goyangan, disitu kadang baru mencari masjid, tidak perduli ada whudu’ atau tidak, yang penting ada di dalamnya.
Hak ikat cinta sangat sederhana, yaitu mengembalikan manusia pada fitrah diri. Manusia yang seharusnya melangit, disandarkan cinta agar sedikit mebumi, bukan semakin mendewa. Karna kita sudah sangat faham, bahwa langit dan bumi tidak hanya diciptakan satu lapis.
 Yah… CINTA.
Kembalikan saja cinta itu pada pemilik-Nya. Kelak, kita akan mendapatkan jauh lebih besard ari yang kita rasakan sebelum-sebelum. Mengapa harus takut jatuh cinta kedua kali, jika cinta yang kedua itu jauh lebih indah.
Kawan! Lihat saja Zulaikha, berapa banyak insan yang menyukainya, namun hatinya justru memihak kepadaan akangkatnya sendiri, Yusuf.
Lihat? Apakah Yusuf juga mencintainya?
TIDAK! Yusuf malah memilih untuk dipenjarakan daripada harus melayani cinta aneh milik Zulaikha.
Lihat? Ketika Zulaikha menggadaikan cintanya kepada Sang pemilik Cinta. Yusuf justru datang dengan sendirinya, bukan?. Pun begitu juga kita.
Jika menjadi Yusuf dan Zulaikha mungkin masih sangat susah, minimal jadi cucu dari mereka saja, sudah boleh. Cinta itu Allah yang mendatangkan. Ketika kita memberikan Cinta pertama kepada Allah, maka Allah akan mendekatkan cinta kedua kepada kita. Manusia itu, jelas hanya makhluk lemah yang sering lupa dimana posisi, sedang Allah adalah sang Khalik, yang menciptakan makhluk dengan sangat indah dan tammam. Lantas, mengapa harus takut, bila cinta tak kan memihak diri, sedang yang kita usahakan selama ini, justru mendekap Cinta Ilahi, meraih Cinta Hakiki. 


0 komentar:

Posting Komentar