Jika saja cinta
yang selama ini kita banggakan itu bisa bicara,
mungkin dia akan berujar begini “Engkau akan menyesal bila mengenalku sebatas lalu.
Sebab aku akan menjadi baik bila yang memilikiku jauh lebih baik, dan aku akan menyesatkan,
bila yang memilikiku, jauh lebih sesat.” Atau cinta salah alamat, yang akan mengambil
alih segala pikiran, hingga kita lupa siapa
tuan yang seharusnya kita ta’ati. Sayangnya, selama ini, kita tak pernahmen dengar
sicinta curhat, apalagi sempat ceramah. Bila sudah sepertiitu, kita sendiri lupa
diri bahwa kita adalah makhluk yang diciptakan sempurna dengan paket lengkap berupa
akal pikiran.
Diciptakan mata untuk
mendengar, kadang kita pakai untuk melihat yang tidak-tidak. Diciptakan telinga
untuk melihat, kadang mendengar yang bukan-bukan, bahkan diciptakan hati untuk meraba,
justru dimanfa’at kan untuk memikirkan yang aneh-aneh.
Sering jatuh,
namun lebih sering terjerumus. Bukan tidak ada yang berbaik budi mengulurkan tangan
untuk sekedar membantu. Namun lebih seringnya, kita selalu bersikap bahwa kita bisa
sendiri. Nah, keegoan seperti inilah yang menjadi salah satu faktor, mengapa kerap
kali cinta berpaling. Ya, karna itu. Karna kita sudah tau salah, namun enggan mengakui
kesalahan. Bila didatangkan sedikit goyangan, disitu kadang baru mencari
masjid, tidak perduli ada whudu’ atau tidak, yang penting ada di dalamnya.
Hak ikat cinta sangat
sederhana, yaitu mengembalikan manusia pada fitrah diri. Manusia yang
seharusnya melangit, disandarkan cinta agar sedikit mebumi, bukan semakin mendewa.
Karna kita sudah sangat faham, bahwa langit dan bumi tidak hanya diciptakan satu
lapis.
Yah… CINTA.
Kembalikan saja cinta
itu pada pemilik-Nya. Kelak, kita akan mendapatkan jauh lebih besard ari yang
kita rasakan sebelum-sebelum. Mengapa harus takut jatuh cinta kedua kali, jika cinta
yang kedua itu jauh lebih indah.
Kawan! Lihat saja
Zulaikha, berapa banyak insan yang menyukainya, namun hatinya justru memihak kepadaan
akangkatnya sendiri, Yusuf.
Lihat? Apakah
Yusuf juga mencintainya?
TIDAK! Yusuf
malah memilih untuk dipenjarakan daripada harus melayani cinta aneh milik Zulaikha.
Lihat? Ketika Zulaikha
menggadaikan cintanya kepada Sang pemilik Cinta. Yusuf justru datang dengan sendirinya,
bukan?. Pun begitu juga kita.
Jika menjadi
Yusuf dan Zulaikha mungkin masih sangat susah, minimal jadi cucu dari mereka saja,
sudah boleh. Cinta itu Allah yang mendatangkan. Ketika kita memberikan Cinta pertama
kepada Allah, maka Allah akan mendekatkan cinta kedua kepada kita. Manusia itu,
jelas hanya makhluk lemah yang sering lupa dimana posisi, sedang Allah adalah
sang Khalik, yang menciptakan makhluk dengan sangat indah dan tammam. Lantas, mengapa
harus takut, bila cinta tak kan memihak diri, sedang yang kita usahakan selama ini,
justru mendekap Cinta Ilahi, meraih Cinta Hakiki.

0 komentar:
Posting Komentar