Megang
telah berlalu. Dan aku masih saja di sini, di kampung orang, yang juga tempat lahirku.
Menetap di sini, bukan berarti tidak punya kampung. Itu salah. Bukan itu masalahnya.
Tapi aku ingin belajar lebih banyak di sini, belajar mengatur waktu, menjaga hati,
menunduk kan pandangan, melancarkan lisan dengan bertilawah, menjadi muslimah
yang bisa bermanfa’at bagi setiap orang. Di tempat dimana orang-orang dulu menyebutnya
Serambi Mekkah. Jujur, jika dibandingkan
Ramadhan yang sudah-sudah, aku memang termasuk orang yang paling gencar pulang-pergi
ke kampung halaman. Karna aku telah mendarahi paham, bahwa di sini, tidak ada
yang bisa dilakukan selain tidur sepanjang hari serta melanjutkan dengan merenungi
nasib galau-galau yang tak pernah terselesaikan sepanjang siang, itu tidak membuat
hidup sama sekali kreatif dan sungguh terlihat membosankan.
Berbeda
sekali dengan Ramadhan yang sekarang, semangat untuk tidak pulang justru lebih besar
bila sudah bertemu dengan kawan-kawan yang punya motivasi sama denganku, yah..
aku ingin menyelesaikan tugas-tugas kuliah yang masih bergentayangan sampai
kini. Selain itu, juga ada agenda-agenda Ramadhan di kampus-kampus, seperti
safari Ramadhan yang diadakan oleh kampus Unsyiah dan juga agenda Al-Mukhayyam atau
nama kerenn yaitu Camping With Qur’an, yang diselenggarakan oleh seluruh UKM(Unit Kegiatan Mahasiswa) yang ada di UIN AR-Raniry.
Ah…
sudah lama sekali, hal ini aku tunggu. Kali ini, aku ada di dalamnya. Faham itu
pun gugur sendirinya, seiring bertemankan suasana baru di
sini, di Banda Aceh, sangat jauh dari gambaran otak primitifku dulu.
Syukur
dan terimakasih banyak kepada Allah, yang telah mempertemukan aku dengan
orang-orang di lembaga dakwah kampus, seperti UKM QAF, MushallaAz-zhilal, LDK
Ar-Risalah, FUAS, ADABS dan beberapa lainnya yang tak mungkin didata satu-satu,
mengingatkan aku akan lupa, meluruskan aku akan salah, dan selalu membakar semangat
dalam berdakwah. Meski di satu sisi, jauh dari orangtua bukanlah hal yang
membahagiakan memang, tapi di sisi lain, aku bisa belajar banyak di sini,
belajar menjadi peribadi yang lebih kuat dan tidak cengeng seperti dulu. In
shaa Allah, kelak hal-hal yang positif ini, juga akan aku tulis dan akan kuterapkan
di kampung halaman, Kotafajar.

0 komentar:
Posting Komentar