Sabtu, 08 Agustus 2015

Ahlan Wa Sahlan Ramadhan

Megang telah berlalu. Dan aku masih saja di sini, di kampung orang, yang juga tempat lahirku. Menetap di sini, bukan berarti tidak punya kampung. Itu salah. Bukan itu masalahnya. Tapi aku ingin belajar lebih banyak di sini, belajar mengatur waktu, menjaga hati, menunduk kan pandangan, melancarkan lisan dengan bertilawah, menjadi muslimah yang bisa bermanfa’at bagi setiap orang. Di tempat dimana orang-orang dulu menyebutnya Serambi Mekkah. Jujur, jika dibandingkan Ramadhan yang sudah-sudah, aku memang termasuk orang yang paling gencar pulang-pergi ke kampung halaman. Karna aku telah mendarahi paham, bahwa di sini, tidak ada yang bisa dilakukan selain tidur sepanjang hari serta melanjutkan dengan merenungi nasib galau-galau yang tak pernah terselesaikan sepanjang siang, itu tidak membuat hidup sama sekali kreatif dan sungguh terlihat membosankan.
Berbeda sekali dengan Ramadhan yang sekarang, semangat untuk tidak pulang justru lebih besar bila sudah bertemu dengan kawan-kawan yang punya motivasi sama denganku, yah.. aku ingin menyelesaikan tugas-tugas kuliah yang masih bergentayangan sampai kini. Selain itu, juga ada agenda-agenda Ramadhan di kampus-kampus, seperti safari Ramadhan yang diadakan oleh kampus Unsyiah dan juga agenda Al-Mukhayyam atau nama kerenn yaitu Camping With Qur’an, yang diselenggarakan oleh seluruh UKM(Unit Kegiatan Mahasiswa) yang ada di UIN AR-Raniry.
Ah… sudah lama sekali, hal ini aku tunggu. Kali ini, aku ada di dalamnya. Faham itu pun gugur sendirinya, seiring bertemankan suasana baru di sini, di Banda Aceh, sangat jauh dari gambaran otak primitifku dulu.

Syukur dan terimakasih banyak kepada Allah, yang telah mempertemukan aku dengan orang-orang di lembaga dakwah kampus, seperti UKM QAF, MushallaAz-zhilal, LDK Ar-Risalah, FUAS, ADABS dan beberapa  lainnya yang tak mungkin didata satu-satu, mengingatkan aku akan lupa, meluruskan aku akan salah, dan selalu membakar semangat dalam berdakwah. Meski di satu sisi, jauh dari orangtua bukanlah hal yang membahagiakan memang, tapi di sisi lain, aku bisa belajar banyak di sini, belajar menjadi peribadi yang lebih kuat dan tidak cengeng seperti dulu. In shaa Allah, kelak hal-hal yang positif ini, juga akan aku tulis dan akan kuterapkan di kampung halaman, Kotafajar.


0 komentar:

Posting Komentar