Minggu, 31 Januari 2016

Tolong (Jangan) Kambing-Hitamkan Suka.

Tuan...
Bagaimana mungkin aku jatuh cinta padamu
Sedang CINTA itu telah menemukan pemilik-Nya, jauh sebelum engkau menjadi bayang lalu
Tak ada yang lebih indah dari segala
Selain bertemu sebenar-benar CINTA

Tuan...
Bagaimana aku harus menunggumu di sini
Sedang penantianku adalah setiap 17 raka'at sehari-semalam
Bukan hanya itu...
Bahkan bisa kurasa nikmat mahabbah-Nya, yang melimpah ruah, tanpa limited
Tanpa garansi di denting 3 dan 4 dini hari, SELALU

Tuan...
Bagaimana aku sanggup bertahan atas cintamu
Sedang tiap detik, aku disuguhkan syair-syair Ilahi yang membuatku mabuk kepayang
Hingga meleleh segala rindu yang berlipat-lipat

Aku tak perlu menjelaskan, bukan?
Ini sudah jelas, sudah sangat jelas.
Jangan cari aku di sini...
Apalagi pura-pura mengetuk untuk sekedar memastikan,
Bahwa aku tidak sedang baik-baik seorang diri.

Tuan...
Engkau salah...
SALAH BESAR!
Bila menilai aku SANG BAPER-HOLIK
Justru aku bahagia dengan kesendirian
Tanpa harus risau tentang patah yang Tuan lakoni, 
atau hanya guyonan penghapus GALAU di dinding facebook biar nambah likers dan followers :D

Tuan....
Simpan saja simpatimu atau kasian, karna kesendirianku
Aku bukan anak kecil yang akan merengek bila tak Tuan beri perhatian
Apalagi harus bermandikan air mata untuk sebuah SUKA yang tak HALAL

Tuan...
Aku menemukan cinta itu dalam diri
Ketika Tuan berusaha mencari, maka carilah dalam diri
Tak perlu bertanya terlalu jauh
Karna Shalih/Tidak bukan jaminan Syurga
Hanya Ridha yang perlu Tuan tempuh
Dan pastikan itu jalan yang di lalui para Rasul Allah...
Para sahabat... Juga Tabit dan Tabi'ien terdahulu
Bukan hanya ikut-ikutan biar dibilang,
"Ehm... Ma'af, Ikhwan kece atau sejenisnya."

Tuan...
Dengar...
Menjauhlah dariku
Bentangkan jarak seba'id mungkin

Sekali lagi...
Jangan kambing hitamkan suka yang tak halal untuk sebuah perhatian
Pergilah, Tuan
Temukan cinta-Nya, sebelum menjadi cintaku.



0 komentar:

Posting Komentar