Selasa, 02 April 2019

Belajar Tak Kenal Batas Deadline...


Aku tak pernah berpikir bahwa aku akan menjadi seorang guru, meskipun itu memang citacita sejak kecil. Tapi rasanya masih seperti mimpi.

Bertemu teman baru yang juga samasama guru, kadang aku selalu menganggap bahwa diriku jauh di bawahnya. Mereka telaten, pede, punya jiwa penyayang, bahasanya terarah dan masih banyak lagi.

Sedang aku, jangankan berdiri di depan umum, kadang ketika guru mendatangi meja belajar saja aku udah kebanjiran keringat duluan; takut.

Awalnya aku selalu menyepelekan hal itu, memuji temanteman yang memang menurutku pantas mendapatkannya. Sampai suatu hari, pikiran untuk berubah mengikuti jejak mereka sempat terlintas, memilih menjadi pengabdi, bertemu anakanak dengan sejuta sifat dan sikap.

Aku bahkan tak ingin mereka puji, tidak pantas rasanya, sangat kecil, banyak kurangnya.

Tapi ketika mereka mendatangiku, menyalami, menyapa, dan bertanya apa saja, rasanya aku terbang sangat bahagia, begitu bangga, dan mencoba menguatkan hati, bahwa apa pun yang dimulai dengan cinta, akan sampai ke hati para pecinta pula.

Yup, belajarlah di mana pun kamu. Tidak harus di bangku sekolah pun di kampus megah, belajar saja pada sesiapa yang kau temui.

Belajar ikhlas pada seorang peminta jalanan mungkin, belajar memberi pada orangorang yang menurut kita pelit, belajar tepat waktu pada orangorang yang sering memakai jam karet, bahkan belajar jujur jika pun banyak kau temui kebohongan.

Intinya belajar itu bisa kapan dan di mana saja.

Ketika kamu memilih menjadi guru, tenaga medis, penulis atau ibu rumah tangga sekalipun tetap harus ada ilmunya, tidak bisa hanya menerkanerka, bahaya.

Karena itu, belajarlah sampai kedua mata tertutup, sampai semuanya kembali pada-Nya.

Sebab kita akan mati tak mengenal waktu, setidaknya mati kita pun tidak siasia. Bukan menjadi orang yang sekadar memberi harapan palsu, tapi belajar untuk melaksanakan tugas  sesukar apa pun, sebaikbaik mungkin.

Siapa tahu, itulah yang kan menyelamatkan kelak ketika di hari kebangkitan.

Wallaahu alam bin tsawab...

_______________________
Tapaktuan, 03 April 2019

0 komentar:

Posting Komentar