Senin, 06 Januari 2020

The Sweet Pinky Boys

Foto by : Kak Rizki

"Minggir dong, minggir dong, minggir dong!
Pasukan pinky boys mau lewat
Jangan dilirik-lirik, nanti jadi tertarik karena cowoknya ganteng-ganteng."

Eits, baca pelan-pelan aja yosh, nggak perlu pakai irama juga kales. Hehe

Well, itu pengalaman pertama aku bawain santri Cahaya Qur'an (Caqur) buat ikut lomba KTI ples rangking 1 agama. Tapi bukan lombanya yang mau aku ceritain, tapi lebih ke dress code yang mereka kenakan.

Pingky ! Yup, benar sekali.

Kalian para pembaca bisa bayangin sendiri para santri yang masih polos, jarang tersentuh asap knalpot karena mereka memang diasramakan, berjalan malu-malu dengan pakaian kebesaran berwarna pink.

Jujur saja, para lelaki setengah tumbuh itu pun bahkan merasakan malu yang amat sangat, meski ada beberapa yang cuek bebek alias masa bodo, sih. Tapi tetap saja, pink bukan identitas mereka, tapi perempuan.

Maka sudah bisa dipastikan, para gegadis di sekolah tersebut mulai heboh nggak jelas, bahkan lebih heboh dari ayam kebakar jenggot. 

"Ih, miss kok mereka pakai pink, kayak cewek." Celutuk salah satu mantan santri saya di sekolah sebelumnya.

"Iya, ms. Memangnya mereka nggak ada baju lain." Lanjut yang di sebelahnya.

Aku hanya tersenyum kecut, dibanding lucu aku sih ngeliat mereka kasian. Tapi ya, mau bagaimana wong baju persatuan mereka satu-satunya ya cuma itu tok.

Lalu, aku kembali berbaur dengan para lelaki pinky. Mereka yang merasa sedikit ganteng malah menutup mata karna malu. 

"Kalau gini beneran hilang ganteng kami, ms." 

Aku tersenyum kali ini bukan karena kasihan, tapi memang lucu.
Gaya mereka ngomong seolah-olah kegantengan mereka benar-benar terkuras habis lantaran baju yang mereka kenakan.

Sampai ada yang bercelutuk di antara kerumunan mereka.

"Ms, kalau gini aku milih tetap di asrama aja. Nggak mau datang." Aku nggak terlalu jelas melihat ekspresinya lantaran muka ditutup pakai tangan. Tapi aku bisa bayangin, tuh muka udah nggak kalah pink dari baju yang dikenakannya.

Dan itulah cerita tentang anak didikku yang memang lelaki semua.

Akhir 2019, untuk kedua kalinya mereka mendapatkan baju baru.
Dan semakin parah ngakak bahkan sampai keluar air mata. 
Tahu kenapa?
Ya, baju persatuan mereka untuk kedua kalinya pun tetap nggak kalah heboh dari seragam sebelumnya, yaitu ORANGE KOTAK-KOTAK.

Sengaja aku tulis huruf kapital, biar para reader nggak sampai kelewatan membacanya.

Salah seorang santri bernama Ikhwan nyeloteh dengan wajah sengaja dibuat sedih biar lebih mendramatisir.

"Ms, kok baju kami orange kotak-kotak?"

"Lah terus, bagus dong. Daripada pink!" 

"Apanya bagus, baju yang kami pakai malah  sama persis kayak baju anak TK."

"What?" 😱 

Dan akupun ngakak sepanjang tahun (2019-2020).

Sekian dan terimakasih

#30haribercerita 
#30hbc2006 
#sajakcahaya 
#januaribercerita 
@30haribercerita

0 komentar:

Posting Komentar