![]() |
| Sumber : goggle.com |
Dear ibu-ibu jamaah terawih yang dimuliakan Allah!
Sudah lima malam aku ikut menjadi bagian dari kalian ibu-ibu, sudah lima malam juga aku sedikit kecewa.
Duhai ibu-ibu...
Apakah terlalu berat jika berdiri merapatkan shaf lebih dulu, sebelum memulai takbiratul ikram.
Entah kenapa, aku melihat langsung sajadah besar dan lebar masingmasing satu jamaah. Sajadah yang hanya bisa dipenuhi dua orang dewasa bahkan dipakai untuk sendirisendiri. Hasilnya shaf jarang dan renggang.
Aku kadang ambil inisiatif sendiri untuk merapat ke sisi kanan, tapi sisi sebelah kiri malah tidak bergerak. Sementara jamaah di belakang tak mau maju. Alhasil, berdirilah tuyul dan saudaranya di sebelahku. Kan merinding juga. Kalau digodain aku masih lumayan. Lah, bagaimana pula kalau digodanya satu masjid. Kasian kita yak! Satu masjid digoda tuyul eh setanitrajim.
Duhai ibu-ibu, dengarlah jerit anak yang nggak pernah dianggap ini. Paling tidak cukup ketika salat saja.
Ah, apalah dayaku cuma bisa ngoceh di sini. Lagian mana ada ibuibu yang mau mampir dan membaca ini tulisan nggak penting mungkin.
Tapi jujur saja, itu semua kulakukan untuk kita lho. Biar salatnya sempurna. Oh diterima atau nggak itu adalah kuasa Allah. Tapi bagaimana mungkin salat kita diterima kalau hal mendasar saja kita tak mau peduli.
Duhai ibu-ibu...
Jika pun mau salat di sajadah untuk diri sendiri, maka bawa saja sajadah kecil muat untuk seorang. Daripada besar, shafnya macam ular melingkar di pagar pak umar, kan.
Oke...
Maaf ibu-ibu kalau aku terlalu lebay
Lagi, itu bukan untuk diriku
Tapi kita semua
Bisakah kita saling pengertian dalam hal ini?
Paling tidak untuk urusan salat, sebagai tiangnya agama.
Sudah, begitu saja.
Aku lebih tenang sekarang!

0 komentar:
Posting Komentar