I'm single and happy!
Lah, kok malah nyanyi.
Hehe...
Sorry ya.
Jujur saja, I'am not familiar with this word " Ngabuburit " karena selama ramadan setiap harinya aku selalu di rumah. Kecuali kalau aku tidak di kampung.
Tapi, ada satu persoalan yang terus mengganjal hatiku selama mengenal ngabuburit itu.
Persoalannya adalah, banyak kaula muda eh ada juga yang tua lebih suka makanmakan dan berbuka di luar. Ya, bagus sih, bisa ketemu kawan lama atau mantan terindah (apaan sih).
Tapi, tetap saja kan momen berkumpul dengan keluarga yang paling bisa dihabiskan setahun sekali ya cuma ramadan. Itu pun juga pas udah akhir. Karena banyak orang merantau, entah alasan kuliyah atau kerja.
Tapi, back to ourselves lagi deh.
Gimana baiknya untuk diri sendiri dulu.
Sesekali boleh dong ya kita egois sama diri sendiri, sama kawankawan mungkin. Kalau emang bisa bareng keluarga di penghujung ramadan ya diusahakan lah gimana caranya.
Oh, jadi nggak ada waktu buat teman lagi gitu?
Ya nggak gitu kali.
Intinya, sebagai orang yang sudah balig, berakal. Hal semacam itu bisa dikondisikan.
Mana yang prioritas, mana yang cuma sekadar menambah follower IG. (Canda kok)
Tapi saran aja ni ya. Kalau pun mau ngabuburit sama teman, kolega atau apalah itu.
Usahakan ponselnya disimpan jauhjauh. Karena apa, niatnya mau ngumpul apa?
Kan buat silaturrahmi, buat melepas rindu berpuluh purnama nggak ketemu, buat curhat masal.
Lah, iya kali kalau ngumpul cuma buat duduk, diam, dan main ponsel sendirisendiri, buat apa ngumpul.
Mending di rumah aja. Nyalain kipas angin tombol tiga, mojok deh di sudut kamar paling sepi, dan pastinya jangan lupa update status
"Hari Ini Sendirian Lagi Di Pojok Kamar."
Sekian dan terima kasih

0 komentar:
Posting Komentar