Jumat, 04 Maret 2016

Bukan "Ucapan Selamat"

Waktu berlari kencang, tanpa kontrol
Pun tak jua mampu biarkan ulur ke belakang
Hingga dentang dua belas,
Bangunkan jiwa yang rambat keluar jasad
Usiamu ikut terseret, tepat di titik nol-nol

“Selamat datang di dunia orang dewasa”

Kelak engkau akan lihat, betapa hitam-putih itu ekuivalen
Pilihan bukan hanya membuka tutup limun
Atau sekedar meracik sianida

Engkau harus jeli dan waspada pada tiap bias
Jangan sombong, apalagi busung dada, pada cuil bisa
Karna titipan, sifatnya sesa’at, bukan selama

Dengarlah…
Ini celoteh sederhana dari jarak Banda Aceh-Kotafajar
Tak jauh, sebab akhir pemisah hanya L-300
Meskipun begitu, jangan pernah merasa bebas sendiri

Ingat!
Permainanmu tak pernah kasat olehku
Walau tanpa tegur lisan,
Kuharap peran hati lebih dominan,
Bukan nafsu

Maaf…
Tidak ada ucapan selamat dariku, kakakmu
Tiket kembali semakin dekat
Sedang waktu bersua terus berkurang
Entah siapa yang kan mendahului
Yang jelas, cuma amal sebagai teman

Untuk itu, biarkan do'a dan harapan menggantung di Lauhul Mahfudz
Usahaku hanya menariknya pada se-bentang sajadah
Semoga Allah maqbulkan segala ungkap yang kau tengadah

Aamiin…

Tetaplah menjadi teman hatiku

0 komentar:

Posting Komentar