Rabu, 11 Mei 2016

Kehilangan? (Bukan Milikmu)

Setiap hidup, mati.
Setiap ada, tiada.
Setiap di atas, adakalanya juga di bawah
Karna, di setiap gelap, selalu ada terang yang mengiringi.
Maka, berterimakasih-lah kepada Allah yang telah menitipkan air untuk tangis melepas kecewa, menumpah sedih atau mengutuk kehilangan.
Jujur, aku sedikit sedih manakala sadar bahwa sudah ditipu mentah-mentah oleh seorang yang mengaku penjual barang elektronik dengan harga jauh miring ke bawah. Mulanya aku memang tidak tergiur, tapi nafsu terus mendesak untuk menyumbang keberuntungan di sana. Wal hasil, aku terjebak. Jutaan uang tabungan melayang begitu saja, sedangkan barang pesanan tak kunjung datang sejak tiga minggu lalu.
Kecewa? Sudah pasti.
Menangis?
Ah, jangan Tanya. Siapapun yang mengaku anak kost, kehilangan uang lima ribu di akhir bulan itu lebih menyedihkan daripada sekedar dicoret skripsi oleh dosen pembimbing. Sedang aku, kehilangan hampir tiga jutaan. Tidak baik-baik saja
Marah?
Sewajarnya memarahi orang seperti itu, tapi untuk apa? Mengutuk dan sumpah serapah juga tak mengembalikan uang yang terlanjur dikirim, kan?
Aku hanya perlu menambal hati dan mata agar tak berlarut sedih. Mungkin aku terlalu malas bersedekah, atau terlalu pelit berbagi, sehingga Allah mengujiku dengan kehilangan. Kalaupun tidak dengan cara seperti ini, tetap saja aku akan kehilangan. Rejeki itu bukan milikku, tak pantas aku bersikukuh pada yang bukan milik sendiri.
Namun, bagaimanapun, tetap saja ini pelajaran yang paling berharga dalam hidup. Tidak juga untuk diriku, untuk teman-teman juga bisa belajar dari pengalaman tersebut. Kepercayaan memang harus dijunjung tinggi, tapi mempercayai semua orang bukanlah solusi yang baik. Lebih berhati-hati saja, semoga ini tidak terulang buat saudara di luar sana.
            Tak ada yang perlu dihakimi, aku hanya perlu kaca untuk bercermin atas segala dosa yang telah lalu, sekedar berguyon, mungkin tak sengaja menyakiti tanpa peka.
Allahummagfirlahum…
Semoga saja, toko Cindy 77 Elektronik segera dibukakan pintu hidayah untuk lebih amanah dan menepati janji, juga dimudahkan rezeki yang halal, agar segala yang dibelanjakan untuk anak dan keluarga menjadi lebih berkah.

 
google.com

0 komentar:

Posting Komentar