Ketika membiarkan
kehilangan berjarak, menyepih segala kedukaan lalu
Tak banyak yang bisa
kulakukan selain mengikhlaskannya pergi.
Siapa sih yang tak
pernah sedih bila harap sudah digantung melangit, sedang pada nyata itu
hanyalah hiburan siang bolong.
Semu, bayang, kenang…
Siapapun akan tergoyah
pada air dan mata
Itu adalah lumrah
Jika aku di sana, aku
pasti akan menghormati orang seperti itu dengan meneber simpul terbaik.
Namun, bukan itu yang
membuat seorang tampak tegar di depan dunia
Ia yang sanggup mengelabui
segala kelabu dalam hari, lalu menyembunyikannya dalam rinai, berharap bayu
segera menerbangkan segala
Lalu, pandanglah wajah
mereka yang masih berjuang atas perjuanganmu
Pandanglah selama
mungkin
Nanti engkau akan dapat
merasakan, bahwa tetes itu tak selamanya hadir oleh kehilangan
Tak selamanya harap
berbatas hubungan tak terpuji
Engkau akan mendapati
kerja keras yang pasti dari mereka berdua, untuk menghidupimu menjadi orang
yang berguna
Bukan sekedar suka,
lupa, kemudian tinggal…
Tidak, engkau pasti
lebih tahu soalan ini
“Kasih ibu tiada
bertepiaan…
Kasih ayah sepanjang
zaman…
Kasih teman, selagi
baik
Kasih saudara selagi
ada.”
Lagi, tak ada kasih sepasang kekasih yang tak halal bukan?
Untuk apa mengelabui hati pada yang tak pasti ?
Sedang yang sudah
jelas, itu ada pada yang membesarkan.

0 komentar:
Posting Komentar