Selasa, 09 Agustus 2016

Beri Ia Judul


Ketika membiarkan kehilangan berjarak, menyepih segala kedukaan lalu
Tak banyak yang bisa kulakukan selain mengikhlaskannya pergi.
Siapa sih yang tak pernah sedih bila harap sudah digantung melangit, sedang pada nyata itu hanyalah hiburan siang bolong.

Semu, bayang, kenang…
Siapapun akan tergoyah pada air dan mata
Itu adalah lumrah
Jika aku di sana, aku pasti akan menghormati orang seperti itu dengan meneber simpul terbaik.

Namun, bukan itu yang membuat seorang tampak tegar di depan dunia
Ia yang sanggup mengelabui segala kelabu dalam hari, lalu menyembunyikannya dalam rinai, berharap bayu segera menerbangkan segala
Lalu, pandanglah wajah mereka yang masih berjuang atas perjuanganmu
Pandanglah selama mungkin
Nanti engkau akan dapat merasakan, bahwa tetes itu tak selamanya hadir oleh kehilangan
Tak selamanya harap berbatas hubungan tak terpuji
Engkau akan mendapati kerja keras yang pasti dari mereka berdua, untuk menghidupimu menjadi orang yang berguna
Bukan sekedar suka, lupa, kemudian tinggal…
Tidak, engkau pasti lebih tahu soalan ini

“Kasih ibu tiada bertepiaan…
Kasih ayah sepanjang zaman…
Kasih teman, selagi baik
Kasih saudara selagi ada.”

Lagi, tak ada kasih sepasang kekasih yang tak halal bukan?
Untuk apa mengelabui hati pada yang tak pasti ?

Sedang yang sudah jelas, itu ada pada yang membesarkan.

0 komentar:

Posting Komentar