Sabtu, 20 Agustus 2016

Biarlah...

Ketika engkau menemukan seseorang memilih menepikan sepi, menguburnya dalam diam, lalu menikmati semua dengan menyepuh di dentang tiga.
Bukan seorang seperti itu berarti lemah, kolot dalam mengelola hati, pasrah pada yang hilang dan berganti.

Hanya saja, ia tak punya sayap tuk terbangkan segala harap.
Baginya, semua terlalu beresiko dan merusak segala benteng yang ia bangun jauh hari.
Kalaupun ada yang mengetuk, tak sepantasnya ia membuka begitu saja.
Tak juga membiarkan berlalu…

Biarlah..
Terkulum oleh sebak yang mengangkasa
Bagi seseorang seperti ia
Diam bukan berarti suka, bukan pula benci.
Mungkin maksudnya, cukuplah dinikmati bersama laju hari
Tak harus memaksa, tak perlu saling menuntut

Biarlah ia melaju…
Merapatkan dermaga dengan sendirinya
Jikapun sampai di tepian hati
Maka, itu bukanlah harap

Itu adalah takdir.
Takdir ia dan selembar masa depan.

Tunggu saja….

0 komentar:

Posting Komentar