Ketika engkau menemukan seseorang memilih menepikan
sepi, menguburnya dalam diam, lalu menikmati semua dengan menyepuh di
dentang tiga.
Bukan seorang seperti itu berarti lemah, kolot dalam
mengelola hati, pasrah pada yang hilang dan berganti.
Hanya saja, ia tak punya sayap tuk terbangkan segala
harap.
Baginya, semua terlalu beresiko dan merusak segala
benteng yang ia bangun jauh hari.
Kalaupun ada yang mengetuk, tak sepantasnya ia
membuka begitu saja.
Tak juga membiarkan berlalu…
Biarlah..
Terkulum oleh sebak yang mengangkasa
Bagi seseorang seperti ia
Diam bukan berarti suka, bukan pula benci.
Mungkin maksudnya, cukuplah dinikmati bersama laju
hari
Tak harus memaksa, tak perlu saling menuntut
Biarlah ia melaju…
Merapatkan dermaga dengan sendirinya
Jikapun sampai di tepian hati
Maka, itu bukanlah harap
Itu adalah takdir.
Takdir ia dan selembar masa depan.
Tunggu saja….

0 komentar:
Posting Komentar