Terkadang skripsi menjadi momok tersendiri buat mahasiswa akhir. Apalagi berulang kali duduk manis menunggu, si dosen malah tak kunjung datang. Nah, lima tips ini akan membantu kamu menemukan jawaban terhadap kegalauan yang membuncah selama ini secepatnya. Penasaran? Simak saja, yok.
1. Short Message (SMS)
Jika dosenmu adalah tipe orang yang sibuk, gak bisa ditemui. Maka hal pertama yang harus kamu lakukan adalah mengabarinya lewat SMS (Short Message). Pastikan juga waktu yang tepat untuk SMS-nya. Jangan tengah malam, dikira operator minta pulsa. Apalagi kalau kamu SMS pagi buta, dikira kamu malah saingan sama ayam jago. Ingat, dalam hal ini, kamu harus menghindari penggunaan bahasa tidak sopan, apalagi bermaksud memaksa.
2. Calling (Menelpon)
Jika cara pertama gagal atau beliau tidak membalasnya. Maka kamu harus berpindah ke cara kedua yaitu menelpon. Sebelum kamu menelpon dosenmu, baiknya kamu bercermin lebih dulu. Pasang wajah paling menyedihkan seolah-olah kamu adalah tokoh Cinderella yang bahkan tak memiliki kesempatan bertemu sang pangeran berkuda putih, apalagi meninggalkan sepatu kaca di istana. Setelah itu, tarik nafas sedalam-dalamnya. Maka cobalah menelpon dosen yang bersangkutan. Ketika kamu menelpon, tapi yang jawab malah mbak-mbak operator. Maka kamu harus pasang hati tembok, biar suwaktu-waktu meleleh, gak sampai mengenai baju.
3. Wait in the front of Prody (Tungu depan Jurusan)
Nah, cara ke tiga itu kamu harus mengambil langkah tegas, yaitu dengan menemuinya di kampus. Duduklah di depan prodi tempat kamu kuliah dan berpuralah membolak-balik skripsi. Sesekali kamu boleh melirik ke dalam jika pintunya terbuka. Namun, kemungkinan untuk berjumpa dalam hal ini masih belum mencapai 50%. Karna itu bersiaplah menuju langkah ke empat.
4. Come in to the Prody as soon as possible (Masuk ke dalam Prodi)
Jika dengan duduk manis dan diam di depan prodi masih gagal, maka usahakan kamu harus mencoba masuk ke dalamnya. Sebelum masuk, kamu harus mengintip terlebih dulu dosen yang bersangkutan di balik gorden. Jika beliau ada di dalam, maka ketuklah pintu lebih dulu, kemudian mengucap salam, baru selanjutnya masuk. Bertanyalah kepada beliau dosen lain, seolah engkau meminta bantuan tanda tangan atau transkrip nilai.
“Bu, apakah ibu melihat ibu Ani? Saya ingin menanyakan nilai kompren sudah keluar semua atau belum.”
Ingat, dalam hal ini, sebisa mungkin kamu menghindari kontak mata terang-terangan dengan beliau. Kalau bisa, cukup melihat lantai sambil memasang senyum.
“Maaf, bu Ani-nya baru saja keluar. Eh, kamu mahasiswi bimbingan saya, kan? Baiklah, sebentar lagi saya akan memanggilmu. Tunggu saja. Saya masih ada kerjaan.”
Saat itu hatimu pasti berbunga bukan? Sayang sekali, bahkan setelah berjam-jam namamu tak kunjung dipanggil. Ah, mungkin beliau lupa lagi.
5. Jika langkah ke empat masih tetap gagal. Maka kembalilah dengan hati teriris dan mata rohto.
Katakan dengan pelan dan hati-hati. “Ibu, skripsi saya kapan di-ACC. Minggu depan saya tidak ada lagi di Banda Aceh. Sebab kata orangtua saya, jika sampai minggu depan tidak bisa menyelesaikan skripsi, maka saya harus pulang dan siap dinikahkan dengan pangeran pilihan orangtua. Tolong ibu. ACC-kan segera, saya tidak ingin hidup di masa Siti Nurbaya lagi, bu. Saya mohon, setidaknya biarkan saya hidup dengan pilihan hati sendiri.
Sebelum si ibu menjawab, kamu juga harus menyediakan sekotak tisu, agar jika beliau menangis dan terharu, kamu tak perlu repot keluar ruangan. Setelah pernyataan tersebut, baiknya kamu gali kuburan sendiri saja. Karna kamu bakalan digentayangin sama roh jahat seumur hidup :D
Demikianlah lima tips jitu menghadapi skripsi yang masih di situ-situ saja, semoga bermanfaat. Jika terjadi hal yang tidak diinginkan oleh peneliti, itu di luar tanggung jawab penulis. Sebab usaha, kerja keras, do’a orangtua dan restu dosen yang paling penting. Tanpa semua itu, kamu hanyalah anai yang melayang di langit-langit mimpi.

0 komentar:
Posting Komentar