Rabu, 21 November 2018

Prada and Prajudice

Judul Novel : Prada & Prajudice
Penerjemah : Berliani M. Nugrahani
Tebal : 304 halaman
Penerbit : Penerbit Atria
Tahun Terbit : 2010 .
©Mandy Hubbard, 2009
_______________________

Bagaimana perasaanmu saat berada di sebuah toko sepatu dan mencobanya, tiba-tiba kamu terlempar ke-200 tahun yang lalu?

_
_
Well, itulah yang dirasakan Callie saat mencoba sepatu merek Prada di salah satu toko sepatu, Inggris.
Membayangkan dirinya hidup dengan keluarga konglemerat saja tidak pernah, tapi begitu ia tersadar, ia malah mundur 200 tahun dari waktu yang ia tinggali.

Sepatu tersebut menjadikan ia sebagai sosok perempuan lain dalam balutan gaun kuno yang berlapis-lapis dengan korset yang mengikat tubuhnya sampai sulit bernafas.

Rebecca. Ya, semua orang memanggilnya demikian.
Mau tak mau, Callie yang sudah terlanjur dianggap Rebecca harus melangsungkan penyamarannya sampai sosok Rebecca asli tiba.

Namun, hidup dan berbaur dengan keluarga kerajaan tak membuatnya lebih baik. Ada Alex seorang Duke yang keras dan dingin mulai menunjukkan kebencian. Untung ada Emily, sepupu Alex yang baik hati, bersamanyalah Rebecca merasa hidup di tahun 1815 tak begitu menoton.

Tapi, di tengah-tengah keinginanya untuk kembali ke rumah, menonton filem dengan semangkok sereal, ia harus memutar otak untuk menolong Emily membatalkan pertunangannya dengan Denworth, laki-laki kaya dan tua bangka.

Sebentara Alex, laki-laki sedingin gunung es pada semua wanita kelas atas, lama kelamaan mulai menunjukkan rasa lain terhadap Rebecca. Rasa yang semestinya tak harus ada bagi seorang Duke sepertinya; cinta.

Hingga malam itu, sehari sebelum pertunangan Emily. Bertepatan juga dengan hari terakhirnya sebagai Rebecca, ia memilih keluar dengan baju pertamanya sebelum berpindah ke 200 tahun lalu, celana jins hitam panjang dan baju oblong juga sepatu Prada. Ia tak bisa tidur sama sekali, perasaan takut dan gelisah bercampur menjadi satu.

Besok ia akan diusir dengan tidak hormat dari kerajaan, dan bisa dipastikan Alex dengan mata hijau akan menikamnya hidup-hidup.

Rebecca menarik nafas saat Alex datang dan ikut berbaring di sampingnya.

Kejujuran pun mulai terkuak, bahwa sejak awal kedatangan Rebecca di tempatnya, Alex sudah tahu bahwa ia bukanlah Rebecca yang asli. Sebab Rebecca yang di sampingnya bermata biru sedang yang asli tidak.

Cerita terus berlanjut sampai akhirnya hari itu pun tiba. Sayang sekali, begitu ia terbangun. Tubuhnya sudah terdampar di dekat pohon, tak jauh dari toko sepatu Prada, sementara barang belanjaannya yang lain masih di sana, berantakan.

Ya, Callie sudah kembali di kehidupan normalnya. Ia benar-benar meninggalkan Emily dan tunangannya, Victoria beserta pelayan-pelayannya yang enam puluhan lebih. Juga Alex, pemuda tampan yang telah mencuri hatinya.

Entah kenapa, saat mengingat Alex, ada bagian hatinya yang terasa panas, sakit, sedih. Kali ini, ia benar-benar kehilangan laki-laki dingin itu, selamanya.

________
Tapaktuan, 14 September 2018

.
NB:
Aku suka novelnya dan Mandy Hubbard sudah berhasil membawaku keliling  Inggris 200 tahun lalu dengan gratis dan puas was was.

IG : zahratonnawra
Fb : Zahraton Nawra Binti Syam

0 komentar:

Posting Komentar