Selasa, 11 Desember 2018

Jika Aku Menjadi Duta Baca

Gak terasa sudah hari kesepuluh aku ikut tantangan nulis dari @gerakan_1day1post
Begitu banyak godaan dalam tantangan ini sampai aku sendiri gak ingat apa saja mulai dari ngantuk, malas, bosan, gak ada ide, dan yang pasti selalu merasa sok sibuk sampai lupa waktu.

Well, itu cuma alasan akunya saja. Jangan ditiru ya, tak baik bagi kesehatan jiwa dan raga kalian.

Tapi kali ini meskipun tidak terpilih sebagai duta baca, setidaknya aku akan tetap membaca kok. Jadi gak terlalu berpengaruh...
Hehe ...

Jika aku menjadi duta baca, aku akan memenangkan hatimu dengan cara apa pun #eak tapi bukan nikung juga kales. .
Hehe... 

Yang di atas sekadar intermezo kok, biar gak kaku kali.
Tapi serius, jika aku terpilih menjadi duta baca hal yang paling utama kulakukan diantaranya:

1. Membangun minat baca anak-anak sedini mungkin dengan menyediakan fasilitas pustaka keliling, terutama di waktu weekend dan di taman-taman hiburan.

2. Membuat kerjasama dengan berbagai perpustakaan besar untuk menyumbangkan buku-buku layak baca di daerah-daerah yang kekurangan buku.

3. Menjadikan pustaka sebagai tempat yang menyenangkan, ramah lingkungan dengan design yang lebih berwarna dan tidak terlalu kaku seperti di ruang kuliah.

4. Membuat event-event tertentu untuk menarik minat baca masyarakat di sekolah-sekolah bekerjasama dengan forum kepenulisan.

5. Membuat workshop kepenulisan sekaligus memberikan tips and tricks agar membaca menjadi kebiasaan yang positive, semudah tersenyum.

6. Menjadikan membaca sebagai rutinitas dan kebutuhan, tidak hanya di waktu luang dengan cara mewajibkan diri sendiri atau siapa saja untuk membaca sesuai target dan berikan reward buku.

7. Jika terpilih menjadi duta baca, aku akan menghadiahi buku bagi siapa saja yang berhasil membaca dan mereview bacaannya selama satu bulan penuh.

8. Memfasilitasi sekolah-sekolah daerah untuk melakukan studi banding ke tempat-tempat baca di daerah kota.

9. Terakhir, aku sendiri yang akan terjun di lapangan sebagai penggerak membaca, tanpa ada yang mewakili sama sekali.

Intinya, kalau ingin mengubah sebuah sistem, jadilah bagian dari sistem itu sendiri. Kalau ingin menumbuhkan minat baca semua kalangan, jadilah duta baca di lingkungan itu sendiri. 

Jadilah seorang contoh yang tidak hanya mencontoh, tapi memberi contoh.
Sebab cermin akan memantulkan bayangan yang sama dari si pencermin, bukan?


0 komentar:

Posting Komentar