#Day2
Jujur saja, aku paling gak suka keluar malam-malam, apalagi malam minggu. Beh, bukan karena aku gak ada kawan keluar, tapi ya itu malam minggu jalanan disewa penuh sama orang yang katanya punya kekasih. Berhubung aku gak punya, ya woles aja. Toh malam minggu di kamar sendirian juga bukan aib kok. Kecuali malam ini. Aku akhirnya memutuskan keluar (lagi-lagi sendirian), mencari apa saja yang bisa dimakan.
Di tengah jalan menuju warung terdekat, tiba-tiba entah dari mana datangnya, monyet tetangga itu melompat ke pangkuan. Aku yang kaget bukan main pun meloncat sambil melemparnya jauh-jauh. Kuambil motor dan berusaha menghidupkannya.
Aneh, padahal baru paginya aku servis, minyak juga penuh, tapi masih gak nyala. Selain itu, motor tersebut bahkan tak bisa mundur ke belakang.
Di situlah keanehan lain muncul, saat aku memeriksanya. Si monyet ngakak terpingkal-pingkal (ini versi horornya ya, bayangin sendiri gimana). Tapi, aku sama sekali tidak ketawa. Padahal jelas monyetnya lucu banget, sejak kapan ia ganti kostum jadi pocong.
Belum sempat aku menemukan jawabannya, aku tak sengaja melihat pamflet di depan warung tempat aku biasa beli makanan.
"Selamat Datang di Kebun [Hantu] Binatang"
Semakin kaget lagi aku, saat yang menyapa diriku juga bukan sejenis manusia melainkan sesosok vampir dalam balutan kulit Panda. Bedanya, aku bisa ngerti ucapannya dengan lancar.
"Mbak, cobain sate kunti ayam, kunti kambing dan kunti-kunti lainnya. Satu tusuk cuma serebu saja." Si panda mulai mengeluarkan taring, eh senyum.
Sedang aku tanpa berpikir panjang lagi, langsung ambil langkah seribu dan hilang di kegelapan malam.
Byuuur...
"Rasa, bangun. Ayam aja udah siap kokok daritadi, kamu yang duluan lahir dari ayam masih aja ngorok"
Samar-samar, aku melihat sosok perempuan dengan tentengannya sebuah timba air yang sudah kosong.
"Ibu..." Aku beranjak pergi terbirit menuju kamar mandi, berwudu, lalu begitu mau takbiratul ihram baru teringat, aku lagi merdeka dari shalat sejak empat hari lalu.
Ternyata setimba air milik ibu lebih horor daripada pocong monyet yang berkeliaran gelap-gelapan malam minggu.
Well, aku masih sujud syukur sampai sekarang ini sendiri. Bayangkan, sendiri aja sempat ketemu si monyet dalam mimpi, gimana kalau punya pasangan ya. Bisa jadi si abang yang jadi pocongnya.
"Bah!"
![]() | ||
| google.com |
#tantanganharikeduamenulis
#gerakanonedayonepost
#desembermenulis
#monyetgelappocong
#reviewbuku
#gerakanonedayonepost
#desembermenulis
#monyetgelappocong
#reviewbuku

0 komentar:
Posting Komentar