Sabtu, 01 Desember 2018

Selamat Datang Kembali, Rindu

#Day1

Sudah begitu lama tak pernah lagi ke sini, tempat yang bikin deg-degan hanya dengan melihat postingan teman-teman. Tempat yang selalu dibuat rindu bahkan dengan jarak 12 jam lamanya.

Aku, dengan segala kesibukanku, kemarin malam memutuskan untuk kembali. Ah tidak, barangkali  ini bukan  saja sekadar rindu kian sesak, tapi juga temu yang tak kunjung paut.

Apa kabarnya Nobita ya?

Well, awal Desember ini aku sedikit banyak akan menulis tentang apa saja selama aku di Banda Aceh, negerinya para penghafal Al-Quran. Allaahumma aamiin...

Seperti sore ini, sepulang bertandang ke salah satu kontrakan teman yang baru saja berganti status ( sengaja gak mau sebutin nama, takut baper pembaca) di daerah Peuniti, aku mampir di pinggir jalan menghadap ke masjid Baiturrahman. 

Kerinduan pertama yang membuat aku susah move on ke tempat lain adalah masjidnya. 

Jujur, kemana pun kalian pergi, selama itu di Aceh, tak perlu menjaga wudu atau bahkan menjamak salat, sebab apa? Menemukan masjid saat ini di Aceh, seperti menemukan jamur ketika selesai hujan. Buuanyak beud.

Aku pun tak tinggal diam, segera mungkin mengabadikan pemandangan senja di Masjid ureung Aceh tersebut dengan khidmat.

Orang-orang lalu-lalang hanya melihatku dengan penuh tanya dan aku tak peduli. Setelah puas mengambil beberapa lembar foto tersebut, aku pun pulang dengan perasaan puas. 

Bagiku, sendiri sampai sekarang, bukanlah sebuah masalah besar. Yang perlu digaris bawahi adalah, di mana pun kamu berada, identitas diri sebagai orang Aceh harus tetap dijunjung tinggi mulai dari pakaiannya, sikapnya, tuturnya bahkan gerak-geriknya. Kita boleh saja mengikuti perkembangan zaman, tapi mempertahankan marwah ureung Aceh adalah yang paling utama.

Simpang Mesra; Bank Bukopin Banda Aceh




Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh



Banda Aceh, 1 Desember 2018

0 komentar:

Posting Komentar