Sore kemarin, aku dan dua guru tahfiz di Muq Tapaktuan niatnya mau jalan-jalan sore seusai rapat mengenai penerimaan santri baru yang akan dibuka bulan Februari nanti.
Nah, berhubung sudah keluar. Kami pun mencoba jajanan yang baru buka yaitu Sentra Kuliner Perikanan.
Tak ada yang salah dengan tempatnya, kursi corak minimalis dengan pemandangan patung Naga di belakangngnya begitu indah.
Jika menghadap ke sebelah barat, laut terbentang dengan keindahan jembatan menjadi daya tarik tersendiri kota Tapaktuan.
Namun, ada satu kejanggalan saat memesan makanan di sana dan terus berlanjut sampai tiba di asrama.
Waktu itu, aku memesan nasi goreng + ayam dan segelas es krim, sedangkan ustazah Mardhiah memesan nasi goreng seafood ples es krim, terus dedek pesan mie goreng seafood ples es krim ples de' chickz (gak tahu itu makanan seperti apa).
Tak lama, dedek membatalkan pesanan mie seafoodnya dan minta diganti dengan nasi goreng saja biar samaan kayak ustazah Mardhiah.
Aku sebagai notulen waktu itu mencoret pesanan dedek yang gak jadi, kemudian menambahkan nasi goreng seafood pada daftar terakhir.
Jadinya pesanan kami semua
1. Nasi goreng pake ayam : 1 porsi
2. Nasi goreng seafood : 2 porsi
3. De' chickz : 1 porsi
4. Es krim : 3 porsi
Dan kalian tahu apa yang terjadi kemudian??
Es krim datang lebih dulu, menyusul nasi goreng ayam kemudian. Sementara nasi goreng seafood lagi dimasak lebih dulu.
Sekitar 15 menitan, pesanan de' chickz datang juga.
"Lho, kok dua porsi bang?" Tanya Dedek
"Emang pesannya tadi dua?"
Aku mikir keras. Jelas-jelas tadi aku nulisnya satu, kok nyampeknya dua.
"Yaudahlah bang gak apa-apa, bungkus aja sekalian." Sahutku merasa gak enakan.
Masalah pertama mulai muncul, tapi kami masih bersikap normal.
Es krim pun mulai kami sendok kembali.
Tak lama kemudian, giliran ustazah Mardhiah pula yang berceloteh.
"Es krimnya gak sama kayak di gambar ya?"
Spontan aku langsung ngelihat spanduk es krim yang terpajang di depan warung tersebut.
"Iya juga ya, zah. Wafernya juga gak sama kayak di gambar, terus gelasnya kok beda banget."
"Gelas di gambar besar, yang ini kecil."
Oke, masalah kedua muncul. Kali ini kami saling berpandangan satu sama lain.
Ngakak dalam hati? Ah gak, aku yang lagi makan es krim langsung muncrat. Gak ada jaim-jaiman sama sekali.
Jreng...
Tibalah pesanan ustazah Mardhiah dan Dedek.
Nasi goreng seafood dan mie goreng.
What, mie goreng lagi?
"Cukup pertama dan terakhir aja ke sini." Ucap Dedek sambil ngambil kunci motor beatnya.
Wak wak... Aku ngakak betulan. Ustazah juga ikutan, Dedek lebih-lebih ngakaknya.
Masalah ke tiga...
Begitu sampai di asrama, Dedek membuka bungkusan mienya dan menyembulah indomie goreng dengan taburan bawang goreng juga beberapa potongan sosis.
Masalah ke empat...
See...?
Mie goreng seafood mana?
Cuminya kemana?
Sebagai pembaca, kalian pasti bisa bayangin kan gimana reaksi kami waktu lagi di sana?
Dan...
Tamat!
![]() |
| Mie goreng rasa seafood |


0 komentar:
Posting Komentar