Jumat, 01 Februari 2019

Bukan Sekadar Rasa...

Jika kau bertanya kenapa bisa menerima, kenapa langsung setuju padahal tidak pernah kenal, sama sekali tak ada komunikasi.

"Apa karena cinta?"

Aku langsung menggeleng, pertanda tebakanmu salah besar.

Aku memulainya dari kata TIDAK.
Ya, aku tidak mengenal kamu, tidak pernah bersapa, tidak berkomunikasi.

Ah, cinta?
Mustahil bisa datang dengan sendirinya, sementara dia sendiri tak punya alasan untuk datang.

Yang aku tahu, kamu adalah rekan kerjaku. Tidak saling bertemu, tapi satu tempat kerja.
Bagaimana bisa?

Dan ketika kamu datang meminta izin bukan sekadar singgah, tapi juga menetap.
Aku kaget, jelas tak percaya.
Berkali-kali meyakinkan hati, berkali-kali pula otakku tak jalan semestinya.

Sampai akhirnya, aku kelepasan memintamu datang ke rumah. Tak berniat serius sama sekali, bahkan tak pernah terlintas untuk kau setujui.

Lalu, kau memutuskan maju, memberanikan diri mengetuk pintu dengan gemetar.

Sampai sejauh ini, kau dengan segala tekad, aku yang memulai dengan candaan dipertemukan, bukan dari sebuah rasa. Tapi dari ketidaktahuan.

Hingga detik ini, aku selalu bertanya-tanya " Kok bisa ya? "

Lagi, jawabanku selalu berakhir "Entahlah!"

K

0 komentar:

Posting Komentar