Sabtu, 16 Februari 2019

Bersabarlah Tanpa Tapi, Tanpa Nanti

Kau tahu, tidaklah seorang Rasul diutus ke dunia, melainkan diuji terlebih dulu.

Dan kita yang bukan apa-apa ini cuma bisa mengeluh atas satu persoalan yang bahkan tak bisa disebut masalah.

Sebut saja belum gajian, atau hari ini gak tahu makan apa, anak didik yang sedikit ingin bebas dan kita yang bukan siapa-siapa ini lagi-lagi langsung menyebutnya nakal.

Bahkan persoalan yang sering bikin kita gak betah di rumah adalah ditanya kapan nikah, siapa calonnya, udah PNS belum atau dia baik gak, salih gak, udah S2 kah?!

Ehm...
Apa jangan-jangan dia nganggur?
Kok bisa ya mau, jelek gitu, gak punya uang, masih tinggal di kontrakan dan masih buanyak lagi pertanyaan pemicu masalah lain yang menurutku solusinya cuma satu

"CUEKIN" aja!

Jadi, bayangkan!
Bagaimana kita bisa hidup, jika selama ini terus aja ngurusin hidup orang.

Percaya gak percaya.
Biasanya, orang yang suka urusin orang lain adalah orang-orang yang butuh perhatian lebih. Ya, sedikit pencitraan biar dianggap benar.

Tapi untuk apa?
Meski sekadar bercanda, menurutku itu cuma buang-buang waktu, gak ada manfaatnya sama sekali.

So, buat kamu yang sering diomongin entah itu dari depan, belakang, samping, kiri, kanan.

Cuekin aja, kalau perlu kasih dia bunga (bangkai) biar dia tahu, bahwa sesuatu yang dibesar-besarkan itu hanya akan menjelekkan diri sendiri.

Kamu, bersabarlah tanpa tapi tanpa nanti.
Karena cuma sabar yang stoknya unlimited (tanpa batas).


0 komentar:

Posting Komentar